Ya, jelas nggak lah, begitu mungkin kata Anda yang wanita. Terserah apa jawaban Anda, pada dasarnya wanita memang benci kalau mesti berdusta. Mereka hanya mau berbohong hanya kalau terpaksa atau tidak ada jalan lain. (Ketahuan kan, kenapa ada perusahaan yang lebih suka mempekerjakan wanita ketimbang pria?)

Cuma, berbeda dengan pria yang ‘terkesan’ lebih banyak berdusta sejak kecil, teori dusta wanita jauh lebih sophisticated ketimbang bohongnya pria. Sekalinya berbohong, efek dusta wanita bisa lebih hebat. Soalnya, mereka tidak pernah asal-asalan bikin cerita bohong. Selalu ada bukti-bukti, ataupun sesuatu yang mendukung. Makanya, kebanyakan pengarang cerita detektif kan wanita.

Bila Anda wanita, insting Anda yang kuat pasti bisa membisikkan, kapan seorang pria mendustai Anda. Soalnya, biar pria gemar berdusta, kadang-kadang, skenarionya kurang oke. Lain halnya wanita. Sekali bohong, jalinan ceritanya bisa dijadikan opera sabun!

Kalau saja pria lebih pintar sedikit, seharusnya mereka juga bisa menduga waktu-waktu mana saja ia dibohongi. Contohnya, banyak, kok. Misalnya, sering kali seorang pria tidak tahu kalau pacarnya sebetulnya tidak benar-benar cinta padanya (yang dicintai cewek itu mungkin mobilnya, rumahnya, atau sakunya). Atau, yang pernah Anda saksikan di film When Harry Met Sally, wanita juga bisa pura-pura orgasme dengan sukses!

Nah, jadi lebih jago siapa coba soal bohong? Terserah Anda menilainya deh……..

ha……….ha…………ha…….kacian de lue……….