MENIMBA KEARIFAN
Alkisah, ada seorang wanita yang sangat cantik, yang senang berjalan keliling kota. Ia selalu mejadi pusat perhatian karena kecantikannya. Setiap orang selalu ingin memandangnya, menyapanya, bertanya kepadanya, menghabiskan waktu bersamanya dan berbicara kepadanya. Di kota itu juga hidup seorang wanita lain. Dia juga sangat cantik, tetapi karena kemiskinannya ia tidak mampu memiliki pakaian yang indah-indah dan karena itu tak ada seorang pun yang ingin berurusan dengannya. Wanita itu menjadi sedih dan kesepian. Wanita itu sering memandang wanita cantik itu, yang selalu berpakaian sangat indah dan dengan semua perhatian yang didapatnya karena keindahan pakaiannya. Wanita miskin itu selalu berharap bahwa suatu saat nanti orang-orang juga akan memperhatikan dirinya karena wanita itu mempunyai banyak hal yang ingin ia bagikan kepada banyak orang.
Suatu hari wanita miskin itu memberanikan diri untuk menemui dan berbicara kepada wanita yang berbusana indah itu. “Permisi, katanya dengan suara yang lirih. Bolehkah saya meminta bantuan anda?”Wanita berbusana indah yang baik hati itu kemudian berhenti dan tersenyum kepada wanita miskin itu.

“Tentu saja,” jawabnya. “Apa yang bisa saya bantu?”
“Begini,” kata wanita itu. “Anda sangat cantik dan selalu berbusana indah, sehingga semua orang akan berkeinginan untuk bertemu anda. Sedangkan saya hanyalah seorang miskin yang tentunya tidak mampu membeli pakaian yang indah, sehingga tak ada seorang pun ingin memperhatikan saya. Saya ingin untuk sehari saja boleh bersembunyi di dalam salah satu baju indah anda dan berjalan keliling kota bersama anda. Mungkin dengan demikian orang-orang akan memperhatikan saya, karena saya mempunyai hal penting yang perlu saya ceritakan kepada orang-orang. Mengenai nilai-nilai kehidupan, ‘ah’ andai saja mereka tahu itu.”

Wanita cantik, elegan dan berbusana indah itu segera mengabulkan permintaan wanita miskin itu. Esok paginya, wanita cantik itu membungkus wanita miskin itu dengan baju indahnya, dan kemudian berjalan keliling kota bersamanya. Dimana-mana, seperti biasanya, semua orang akan sibuk memperhatikan wanita itu. Sekarang ia dan ditambah dengan satu lagi wanita cantik berbusana indah yang berjalan bersamanya. Selama berjalan, wanita berbusana indah itu akan berbicara dan mendengarkan cerita-cerita wanita miskin itu. Wanita cantik itu kemudian mengetahui betapa bijaksana wanita miskin itu, dan karena itu pulalah kemudian mereka menjadi sahabat. Sejak hari itu mereka selalu berjalan berdampingan, sampai sekarang di dunia ini.

Siapakah nama wanita berbaju jelek itu? Dia dikenal sebagai ‘kebenaran’, dan wanita cantik berbaju indah itu? Ia yang semua orang kagumi adalah bernama ‘cerita.’

RENUNGAN
PENGALAMAN PERSAHABATAN

Tamsil di atas terlalu ideal dan indah yang hanya mungkin terjadi pada abad lalu ; tetapi tidak tertutup kemungkinan kita memiliki sahabat indah identik dengan tamsil tersebut, hemat Penulis Persahabatan Indah bisa juga terjadi pada era globalisasi ini, tentunya sahabat yang masih berhati mulia, berbudi dan berjiwa luhur dapat membina hubungan Persahabatan Indah ; namun menurut hemat penulis berdasarkan pengalaman hidup sangat sulit ditemukan persahabatan yang indah ; karena pada era global ini ukuran manusia berdasarkan ukuran materi, dan di dalam setiap pikiran manusia selalu terkandung pikiran tamak, memikirkan diri sendiri, tidak adil, tidak lurus, di dalam tindak tanduknya selalu picik, semua karena jiwa sejatinya tertutup oleh nafsu-nafsu dan perasaan-perasaan tidak benar karena manusia kehilangan jiwa sejatinya, di dalam tindakannya telah kehilangan keluhuran budi pekerti dan hanya menuruti kehendak hati dan hawa nafsu ego manusia ; semua ini terjadi karena manusia di dunia sebagian besar sudah kehilangan jiwa sejati dan hati nurani. Tulisan ini bercerita sisi lain dari persahabatan indah di atas.

Dalam kehidupan manusia pada essensinya tidak dapat hidup tanpa bersahabat/berteman/berkawan (tidak dapat hidup individualis). Namun fakta hidup kadang-kadang harus membuat kita bersikap hati-hati di dalam persahabatan, apalagi dengan seseorang sahabat yang sifatnya jahat, karena jika kita tidak hati-hati mengenal sahabat, bisa jadi suatu hari kita akan dikhianati atau dirugikan kelak ; oleh sebab itu dalam bersahabat kita juga harus pandai memilih dan selalu berhati-hati, itulah pengalaman penulis berkali-kali ; di Indonesia kita juga mengenal budaya yang tidak baik, namanya budaya SMS yaitu Senang Melihat sahabat Susah atau Susah Melihat sahabat Senang. Misalnya kalau ada sahabat maju, sukses, lebih berakal sehat dan berakal budi, ternyata dalam kehidupan sehari-hari bisa timbul rasa iri dan dengki. Contoh lain kalau ada sahabat kita membeli mobil baru, si Istri dari sesama sahabat kita ngak bisa tidur semalaman dia ngobrol ama Suaminya. Pa sahabat kita telah beli mobil baru. Pusing Suami dibuat Istri. Tapi kalau suatu saat mobil sahabat kita ditarik debt collector, mukanya berseri-seri mentertawakan sahabat tersebut. Ini budaya yang harus kita transformasi.

ARTI PERSAHABATAN DALAM BERORGANISASI
Dalam beroganisasi juga demikian terjadi, jika salah satu sahabat dari anggota suatu organisasi memiliki visi dan misi yang bagus, termasuk memberi masukan atau saran positif yang ternyata tidak sejalan dengan kepentingan pribadi sekelompok sahabat dari anggota organisasi dianggap sebagai upaya menghasut, maka timbul sekelompok sahabat kental menjadi oposisi yang senang menjatuhkan pribadi sahabat dari anggota organisasi tersebut ; Bilamana dicermati, begitu mudahnya sahabat kental kita berpindah dan berpihak dengan sekelompok sahabat kita hanya karena mendengar sepihak tanpa reserve, langsung sahabat yang memberi pandangan positif dimusuhi dan langsung rame-rame berkonspirasi mendiskreditkan karakter pribadi sahabatnya, semata-mata hanya demi kepentingan pribadi sesaat.

Padahal dalam suatu organisasi ada system, mekanisme yang layak menguji dan mengklarifikasi serta secara bersama-sama dimusyawarahkan untuk menimbang sisi positif dan negatif dari masukan dan saran sahabat anggota organisasi. Dalam praktek ternyata mekanisme tersebut ditutup, yang justru terjadi ada loby-loby dan pendekatan personal dengan mudah menjatuhkan dan mendiskreditkan, padahal hasil loby dan pendekatan belum tentu memiliki kebenaran yang dapat diterima publik, karena loby dan pendekatan adalah nepotisme yang merupakan politik kekerabatan yang dibangun diatas basis pemikiran yang bertumpu pada kepentingan kelompok atau pribadi tertentu dengan cara memanipulasi system demokrasi ; bukan parameter kepentingan umum dari visi, misi dan system demokrasi organisasi yang berlaku proporsional ; akhirnya publik tidak mengetahui secara pasti antara keputusan berdasarkan politik kekerabatan dan keputusan demokratis organisasi. Politik kekerabatan tidak sesuai dengan prinsip meritokrasi dan demokrasi organisasi, karena proses rekrutmen kelompok atau pribadi didasarkan pada sentimen kepentingan kelompok atau pribadi dikamuflase menjadi kepentingan kelompok dengan mengatasnamakan organisasi. Semestinya loyalitas dibangun atas dasar kompetensi, rekam jejak dan kinerja perorangan yang terbuka untuk diperdebatkan di wilayah publik, bukan dengan cara-cara kontraproduktif dan cara pengecut menjatuhkan dan mendiskreditkan serta membunuh karakter seorang atas dasar perasaan tidak suka, iri, ego, dengki dan lain-lain.
Kita hadapi betapa mungkin loyalitas pada kepentingan umum organisasi bisa diplintir menjadi loyalitas kelompok, demi keuntungan jangka pendek dan anehnya sekelompok orang tersebut hanya berani bermain dan bermanuver secara pengecut di atas penderitaan sahabat yang menjadi korban ; mereka terus menerus berupaya dan berusaha menjatuhkan sahabat sejati demi kebahagiaan pribadi. Relasi persahabatan menjadi tidak tulus karena bergelimang kepentingan.

HAKEKAT PERSAHABATAN
Namun dalam hidup ini kita diwarisi ajaran moral tentang mengutamakan kesetiaan dan kepercayaan (loyalitas) dalam pergaulan maupun hidup bermasyarakat, bila kita berbudi luhur setia dan dapat dipercaya sudah pasti tiada seorang sahabatpun yang kurang atau jauh dari kita. Yang kita butuhkan adalah persahabatan yang tulus dan dapat dipercaya, bukan sahabat yang membentuk klik-klik berasaskan kelompok kepentingan dan menjatuhkan sahabat dengan intrik-intrik yang tidak sehat dan menyesatkan.

Persahabatan dalam arti filosofis adalah orang seperguruan adalah orang yang sejalan. Bila kita ingin mencari seorang sahabat, telaah diri sendiri dahulu, apakah ucapan dan semua kelakuan kita berguna terhadap orang lain. Jika kita sendiri tidak telaah dahulu ucapan dan perbuatan kita, lalu kita sendiri ingin mencari seorang sahabat yang berguna, bukankah hal tersebut sama juga dengan membohongi diri kita sendiri.

Seperti dikatakan ungkapan kuno Falsafah Tiongkok, bahwa “kalau kamu mendekati tinta merah, kamu menjadi merah ; kalau kamu mendekati tinta hitam, kamu menjadi hitam” ; untuk mengetahui sifat sejati seseorang, lihatlah orang-orang yang bersamanya. Artinya sahabat dalam kehidupan sehari-hari, hampir dapat dikatakan sangat berpengaruh pada gaya hidup, keberhasilan, prilaku, atau kebiasaan atau pendangan hidup kita. Ada kecenderungan bila seseorang menuju keberhasilan, seringkali mendapati kenyataan bahwa hal pertama yang menjauh dari mereka adalah sahabat-sahabat lama yang tidak mendukung.

Aforisme Tiongkok yang lain mengatakan : “Persahabatan orang yang bijaksana sejernih air. Persahabatan orang yang picik selengket dan semanis madu”. Seorang sahabat sejati akan selalu setia, jujur dan dapat dipercaya sampai kapanpun tidak akan luntur oleh pengaruh kepentingan atau perasaan sentimen ; sahabat sejati selalu mengutamakan kualitas kehidupan dengan meningkatkan diri dan memanfaatkan waktu dengan bijak. Untuk menjadi sahabat sejati anda, seseorang harus menjadi sahabat sejati diri bagi dirinya sendiri. Seseorang sahabat haruslah bersifat percaya diri dan mendukung diri sendiri, jadi mereka dapat mendukung anda tanpa merasa terancam oleh keberhasilan anda.

Sebaliknya, sahabat-sahabat yang tidak mendukung atau tidak memiliki loyalitas, kesetiaan dan kepercayaan serta terperangkap perasaan iri dan dengki dapat dikategorikan sebagai sahabat-sahabat Anggur dan Daging menurut Falsafah Tiongkok. Dikatakan sahabat Anggur dan Daging dimaksudkan suka berpesta dengan anda, tetapi terbakar cemburu dan terperangkap perasaan iri saat mereka mendengar kabar gembira keberhasilan karir atau pribadi anda.

KUALITAS SAHABAT DIUJI WAKTU

Dari proses waktu, makna dan pemahaman kita terhadap watak, tabiat, kejujuran, kesetiaan, loyalitas dan lain-lain yang positif dan negatif akan diuji, dibuktikan proses waktu. Penulis sering tertipu oleh sahabat yang pura-pura jujur dan seakan-akan dapat dipercaya sehingga dengan lugas dan terbuka segala sesuatu Penulis sampaikan pada sahabat yang Penulis rasa dapat dipercaya penuh ; ternyata dengan berjalannya waktu, lama kelamaan terlihat watak, tabiat dan loyalitas, hal-hal lain dari pribadi asli sahabat yang sesungguhnya mempunyai agenda lain, sehingga segala sesuatu informasi, masukan positif dan negatif dimanipulasikan menjadi informasi negatif dan memojokkan ; ini karena pikiran mereka terlalu sempit untuk menampung orang-orang yang tidak mereka senangi atau orang-orang yang lebih mampu dari pada mereka ; kita baru menyadari bahwa orang-orang yang sedemikian disebut sahabat itu sebenarnya sama sekali bukan sahabat. Mereka tidak suka melihat anda melampaui mereka.

Bahkan, seringkali sahabat-sahabat yang anda anggap sahabat yang sangat, sangat, sangat baik bisa bersikap sangat, sangat, sangat cemburu dan iri pada keberhasilan anda. Selama anda masih setaraf dengan mereka, mereka akan mendukung anda. Akan tetapi jika kesetarafan bergeser menjadi kelebihan dan keberhasilan anda, maka bersiap-siaplah akan dikhianati atau dijatuhkan dengan seribu satu cara yang menyakitkan. Karena sahabat anda yang tertinggal merasa rendah diri, minder dan terkungkung oleh kepicikan dan kecemburuan atas kelebihan dan keberhasilan anda, mereka tidak bahagia dengan diri peningkatan anda. Tak ada yang bisa anda lakukan untuk mengubah pikiran mereka tentang anda, kecuali mereka menghormati tata krama persahabatan yang sehat dan memiliki niat baik dengan akal sehat dan akal budi yang baik tentunya tidak ada persahabatan yang tidak dapat diselesaikan diklarifikasi secara fairness dengan cara-cara yang bertanggung jawab ;

ESSENSI PERSAHABATAN
Jika anda tidak menguasai prinsip yang benar dalam bersahabat, bagaimana mungkin memperoleh seorang sahabat yang baik? Di dalam bersahabat kita harus jujur dan tulus hati, dengan demikian lama kelamaan kitapun akan dihargai dan dihormati, tetapi praktek sehari-hari dalam beroganisasi ternyata jujur dan tulus hati tidak cukup, boleh jadi dianggap remeh dan dikhianati, karena akal budi sahabat seorganisasi ada yang terbatas akal sehat dan akal budinya, picik, dengki dan dangkal munafik ; yang ditimbulkan oleh suatu kepentingan tertentu. Karenanya manusia sering terjebak dan terperangkap perasaan yang diciptakan sendiri sehingga sulit berjiwa besar atas kelebihan sahabatnya, sulit mengasihi, memberi dan memaafkan hingga susah berdamai dengan sesama karena terjebak budaya kepentingan dan mengejar kenikmatan materi, jabatan, kekuasaan, uang, mobil dan lain-lain.

Seorang sahabat seharusnya tidak memiliki kepentingan lain dari kita, kecuali selalu saling membantu dan memberi semangat hidup, sama-sama membina budi pekerti yang baik dan berkarya, saling menasehati, berbuat baik dan menjauhi dengki, iri, khianat dan kepentingan ego pribadi, senantiasa membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita. Dengan demikian barulah dapat dikatakan mempunyai manfaat dan faedah dari persahabatan.
Sun Tzu dalam tulisannya tentang pembinaan diri, menuliskan bahwa : orang yang tidak sanggup saya imbangi adalah sebagai guruku, orang yang seimbang denganku adalah sahabatku, orang yang menjilat kepadaku adalah maling bagiku, “karena itu seorang budiman sangat menghormati gurunya, mengasihi sahabatnya, dan sangat tidak suka terhadap maling atau penjilat.”
Beberapa ungkapan kearifan dari Mario Teguh patut menjadi pedoman dalam persahabatan :
“Seorang sahabat adalah jiwa yang sama dalam dua badan yang berbeda” ;
Maka pribadi yang menjadi sahabat bagi dirinya sendiri adalah sahabat yang terbaik”
“Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.”

“Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati anda dan kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat anda berkecil hati.”
Jadi sesungguhnya setiap orang mungkin bisa mendengar semua yang anda katakan, tetapi sangat sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan, dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak anda katakan. Dan dengannya dia memberikan bahkan yang tidak anda minta.

EGO DALAM PERSAHABATAN
Dalam diri kita semua ada tiga kondisi ego yang berlainan dan sama sekali terpisah yang bekerjasama untuk membentuk kepribadian unik kita dalam persahabatan. Kita sering menghadapi dalam persahabatan kerap terjadi di bawah sadar kita muncul ketiga ego dalam sikap diri kita yaitu dewasa ego seperti orang tua, ego orang dewasa dan ego kekanak-kanakan, ketiganya bersikap seperti halnya orang tua, orang dan anak-anak bersikap dalam kehidupan nyata.

Kondisi ego orang dewasa kita adalah sisi rasional kita. Sikap rasional selalu penuh pertimbangan positif dan negatif, melalui filter data dan membuat keputusan logis dengan tidak berdasarkan emosi. Emosi muncul ketika sikap rasional dan positif kita tidak dihargai dan dihormati. dan lain Kondisi ego orang tua kita muncul dengan sikap yang menggurui, menyuruh dan mengkritisi, menilai, bersikap bijak, menyayangi, memberi perhatian, memberi dorongan dan dukungan moril, menghimbau, pengasuh, pelindung, mendengar, membimbing, menjelaskan -lain semua standar proporsional dalam kematangan pengalaman ego orang tua.
Kondisi ego kekanak-kanakan, di sisi lain, melakukan apa yang dilakukan semua anak-anak, merengek, minta perhatian, ingin dipeluk, dan berulah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Saat menjalani kehidupan, kita merasa seolah tangan kita dipegang seorang bocah 3 tahun yang terus menerus bertanya. Sebagai orang tua “sisi anak” kita, salah satu tugas terpenting kita adalah meladeninya dan menghadapinya ; sifat ego kekanakan senantiasa diukur dengan bersikap baik ketika menyelesaikan pekerjaan buat kepentingan kita. Ketiga ego dalam persahabatan bersifat alamiah, manusiawi dimiliki setiap manusia, melalui proses waktu yang panjang ego tersebut dapat diasah menjadi kebajikan dan kearifan atau ego tersebut abadi sampai akhir hayat dikandung badan.

MENABUR KEBAIKAN DALAM PERSAHABATAN
Semua kehidupan dimulai dengan kebaikan pihak lain. Tatkala lahir kita berhutang pada kebaikan orang tua dan lain-lain. Nanti ketika meninggal lagi-lagi harus bergantung pada kebaikan orang lain. Kita didoakan, dibikinkan upacara oleh orang lain (dalam hal ini teman/sahabat/kawan). Dan bila diantara kelahiran dan kematian lupa mengisinya dengan kebaikan, itu berarti gagal membayar hutang kebaikan. Dan apakah di dunia ini yang tidak mungkin dicapai oleh kebersamaan yang saling memberi kebaikan? Kita semua telah hadir dan bekerja dalam hidup ini untuk bisa dengan lantang mengumumkan kepantasan kita dengan menghadirkan kebaikan dan kearifan yang indah.
Kita harus menanam lebih banyak kebaikan dan kearifan di ladang pikiran. Dengan memelihara kebaikan hati setiap saat, setiap hari adalah hari yang baik. Jika kita senantiasa memiliki pemikiran yang baik, kapan saja, kemana saja atau dimana saja adalah berkah.

Berbuat kebaikan, bukan karena kita ingin ketenaran dan bukan karena kita ingin mencari jasa. Kebaikan sejati terlaksana ketika perbuatan baik dilakukan dengan semangat “aku hanya menjalankan tugasku”. Ini adalah hal paling tidak egois dari segala bentuk prilaku baik. Arti baik adalah layak, benar, dan tidak keluar jalur atau menjadi ekstrim. Apabila kita mengasihi pihak lain, kita tidak akan menganiaya mereka, marah atau benci, atau mendiskriminasi secara tidak adil dalam berhubungan dengan pihak lain. Dengan kearifan, kita harus melenyapkan untuk menguasai orang yang kita kasihi. Dengan kebaikan, kita harus berbuat yang terbaik untuk memahami mereka yang tidak menyukai kita dan mereka yang tidak akur dengan kita. Kita tumbuh lebih bijak dengan setiap pengalaman ; orang bijak dari pengalaman mendapat pencerahan dan menuai berkah. Yang terpenting adalah mari mulai mengendalikan diri kita masing-masing , sambil mengajak sahabat kita dengan sebuah pengertian sederhana, bila tidak ingin menanggung akibat buruk, maka berhentilah membuat sebab yang buruk ; bila ingin menuai akibat yang baik, taburlah benih yang baik pula.

ada satu sajak untuk pengubah kualitas kehidupan kita, yang mengatakan bahwa :

Jiwaku merindukan orang-orang
Yang masih percaya pada kebenaran dalam hidup ini
Pada kejujuran
Pada ketulusan
Pada kepedulian
Dan persahabatan yang sejati.

Tetapi lebih dari itu,
Aku ingin sekali mengenal orang-orang yang
Benar-benar tahu apa artinya sahabat
Dan bagaimana menjadi sahabat yang indah.

Aku merindukan tempat dimana kita dapat
Berkumpul bersama dan berbicara kepada satu sama lain
Tentang hal-hal yang penting,
Seperti menjadi sahabat dan menunjukkan kepedulian
Terhadap impian-impian yang kita semua percayai.

Aku merindukan waktu ketika
Persahabatan dan kasih itu penting
Dan menjadi bagian yang terbaik dalam hidup kita.

Sebagai penutup, semoga renungan ini bermanfaat buat kita semua untuk instropeksi diri. Dan perlu penulis sampaikan bahwa penulis telah memiliki sahabat yang indah seperti tamsil di atas ; artikel ini sebagai bahan berbagi inspirasi guna menimba kearifan dalam kehidupan kita agar dapat berkembang dan tumbuh lebih dewasa.

SUMBER INSPIRASI
• One Million 2nd Chawces, Mario Teguh, Penerbit Examedia, Cetakan Pertama Feb 2008.
• Tahan Terhadap Gungawgaw oleh Gede Prama Kompas, tanggal 31 Januari 2009.
• Sanubari Teduh, Jilid Satu, oleh Dharma Master Cheng Yen, PT. Elex Media Komputindo, 2007.