Buat adek-adek HMI

Di Komisariat Universitas Abulyatama Aceh

Gerak, langkah, ruang, waktu, tercurah menjadi satu, menyatu dalam kedinginan, terbelenggu dalam kesepian, menghantui dalam kegelapan malam. Sepi, sunyi, kabut, kelam, resah, gelisah, seakan sirna terpupus senyuman. Senyum yang memberikan arti dalam sebuah perjalanan hidup, berpacu dengan waktu, berteman dengan prinsip, dan arif yang maasih tertinggal.

Harapan, impian, dan mimpi, terus membalut dan menyelinap laksana kelinci, bersembunyi dibalik taman, dengan keharuman putri salju, mekarnya putri malu dan berhiaskan keceriaan sang kupu penuh warna, yang kaya akan warni-warni cinta, dimana mereka akan jatuh, terbelenggu, merebak, mencari dan terus mencari, tampa henti, walau waktu kian menggerogoti, bertanya dan terus bertanya “ Sang Pemilik Taman” yang harumnya terus menyebar, membuat mata ikut melelap, hati kian damai, hingga mereka kian berandai-andai, bibirnya bergerak dan terukir senyum diwajahnya

 Maka, tersungkurlah mereka dalam dekapanmu, keharumanmu, kesegaranmu, serta pesonamu wahai pemilik taman, dan jadilah mereka “ Pengagum” yang rela membasahi diri, menjagamu dengan ketulusan, merawatmu dengan keikhlasan, dan menyiramimu untuk tumbuh, tumbuh, dan terus tumbuh.

 Lalu, kibarkan cintamu dengan kerendahan hati, lepaskan mereka dari belenggumu, biarkan mereka menapaki duri, untuk menjadi diri sendiri, mencari arti dari keharuman, berbagi dari kesegaran. Relakan mereka terluka, mencari celah untuk tumbuh, mencari jawaban untuk bangkit, menapaki jejak yang tak berbekas, agar mereka kembali hijau, walau hitam kabut menyelimutinya, hingga terang di ujung jalan.

Banda Aceh,

Minggu, 03 Juli 2011

Pukul : 00.40 – 02.22. WIB