Sabtu, 12 Mei 2012, Tepatnya pukul 17 : 13 : 01, sebuah Nokia Usang tipe Classic berdering, “You Receive One message” tak banyak isi pesan itu, hanya kumpulan dua kalimat, ditemani satu tanda penghubung (spasi) dan dua tanda baca (titik-titik). tentu penuh dengan tanda tanya ” What of the mean ” butuh waktu lama untuk menemukan jawaban dari kata itu, dan ternyata waktu tak bersahabat dan aku juga tidak menemukan jawaban itu, justru yang ada adalah apologize (permintaan maaf). pertanyaan selanjutnya adalah ” Why I Should Apologize . . ?”

Jawabannya adalah ” Because I am Not a Perfect Man.”  Memang, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kecuali Sang Khaliq Itu sendiri sebagai pemilik Ar-rahman dan Ar-rahim. Namun satu hal yang patut saya syukuri adalah karena karunianya itu saya bisa menyayanginya dan mengasihinya dengan sepenuh hati, setulus hati dan seikhlas hati. dan rasanya belum pernah ada satu orang pun wanita lain yang pernah aq perlakukan seperti itu kecuali kamu. karena aq yang egois ini dulunya begitu sangat benci dengan sesuatu yang di sebut dengan ” Cinta” atas kekecewaan yang pernah kualami.  hingga aq lebih memilih mereka menjadi teman kencan, sahabat, dan persahabatan. Aq yang jelex ini dulunya, bisa jalan dengan siapa aja, dimana aja dan kapanpun aku mau. Namun, tidak setelah mengenal dirimu karena aq selalu berusaha untuk bisa menjaga perasaanku sendiri, kalaupun itu harus, aq lebih memilih untuk memberitahukannya kepadamu. Memang, tidak banyak hal yang dapat kulakukan untuk menemani hari-harimu, karena aku yakin dan percaya bahwa diluar sana ada satu atau dua orang lainnya yang bisa menawarkan banyak kenyamanan, keceriaan, dan selalu memperhatikan hari-harimu, menemani hari-harimu yang sepi, bertanya keadaanmu, menasehatimu, serta mendoakan kebaikan, kesehatan dan keselamatan bagi dirimu.

Namun di balik itu juga ada satu hal yang ingin kukatakan adalah ” bahwa apapun yang pernah kulakukan adalah hanya untuk dan bisa membuat kamu tersenyum, dan semua itu kulakukan dengan tulus dan seikhlasnya.” Lalu pertanyaan selanjutnya adalah ” Apakah aku kalah dan menyerah . . ?” jawabannya adalah tidak, karena aku bukan tipe manusia kalut dan lemah. dan kamu tentunya tau betul aktifitas hari-hariku sebagai apa dan seperti apa. aku hanya tidak ingin membuatmu terluka lebih dalam seperti hari-harimu yang kelam itu, aku juga tidak ingin menyakiti hatimu seperti mereka menyakiti hatiku sebelumnya, aku juga tidak ingin melihatmu menagis seperti apa yang telah kulihat malam itu, dan aku juga tidak ingin jika kehadiranku menjadikan beban bagi pikiran dan hatimu yang bersih itu, dan aku juga tidak ingin memaksa dirimu untuk menyukaiku, menyayangiku seperti aku menyayangimu dengan sepenuh hati itu walapun engkau selalu memberikan harapan untuk kita jalani hingga takdir menyatukan kita. karena aku yakin dan percaya bahwa “Jika ia sebuah cinta maka ia akan senantiasa hadir dan datang untuk memberi, mengisi, memaklumi dan memahami seperti apa yang telah kulakukan selama ini bukan memaksa”.

Satu pesan terakhir yang bisa abang sampaikan seperti hari-hari sebelumnya adalah jaga diri baik-baik dan jangan pernah meninggalkan shalat, lupakan masalalu, dan jika satu atau dua orang lainnya yang menemani hari-harimu itu hanya berusaha untuk mempermainkanmu, tidak mampu menasehatimu, tidak pernah peduli dengan hari-harimu dan tidak pernah mengajakmu pada kebaikan, atau hanya bersenang-senang denganmu, maka tinggalkanlah mereka dan carilah yang lebih pantas untuk mengisi dan menemani hari-hari adek kedepan dan selamanya, bukan hari-hari sebelumnya. untuk itu, maafkan aku dengan segala keterbatasan dan kerendahan hatimu karena aku belum bisa menjadi seorang teman yang baik dan kakak yang baik untuk membimbing kamu menjadi lebih baik karena aku juga sedang belajar untuk menjadi sedikit lebih baik dari hari-hari sebelumnya. namun bukan berarti aku ngelupain kamu hanya saja   lebih memilih untuk memahami demi kebaikan dan kenyamanan hari-harimu.

Tentunya orang-orang pasti menganggap bahwa aku sedang mengalami gejala psikis yang disebut dengan “Ooen.” jawabnya, ia ” Saya Sedang Ooen” tetapi bukan “Galau” karena galau itu sangat berkaitan erat dengan “Prinsip dan Komitmen.” dan aku masih memiliki itu. Bagiku yang terpenting adalah : “Bisa melihatmu tersenyum indah dari jauh aja itu sudah cukup  walaupun pada dasarnya ikut merasakan kehilangan seseorang yang begitu dekat dan sangat  kusayangi.” dan walaupun orang-orang juga berkata “Itu Juga Bohong” dan jawabannya juga “ia” itu memang bohong karena aku “Sangat Menyayangimu.” dan alternatifnya  adalah : “Ikhlaskan”  hanya itu yang bisa kulakukan untuk bisa melihatmu tersenyum, senyum yang terhiasi dengan keceriaan dan senyum yang bisa membuat orang-orang merasa nyaman ketika berada disampingmu, karena saya tidak tau harus “Berkata Apa” dan “Cara Yang Tepat Untuk Mengatakannya.” Semoga ketika kamu membaca cerita singkat dan curahan hati kecil ini tidak akan merubah komitmen kamu untuk aku, karena aku bukanlah seseorang yang patut engkau cintai dan engkau sayangi, atau dengan kata lain aku lebih suka menyebutnya dengan ” Cintaku Ibarat Langit Dan Bumi”. dan jika sikap yang  kuambil ini adalah ” Salah” maka tugas kamu  selanjutnya adalah “Meyakinkannya.”

untuk itu “Jangan pernah mengeluarkan air mata untuk seseorang yang tidak begitu penting dalam hidupmu dan jika ternyata kamu mengeluarkannya  itu artinya “Kamu Mencintainya atau Masih Mencintainya”. yang paling penting adalah jangan pernah membohongi dan mengorbankan perasaan dirimu dan orang lain, jika tidak kamu akan merasa lebih terluka dari hari-hari sebelumnya dan “Lupakan, Ikhlaskan Dan Maafkan” jika itu harus atau sebaliknya  “Katakan” bahwa kamu  “Begitu Sangat Menyayanginya Dan Tidak Ingin Kehilangan Orang Itu Seperti Apa Yang Telah Aku Katakan Kepadamu “

I love You Dimple, Hiks hiks  . .🙂