Sabang  !!
Kecil nan indah , namun engkau begitu megah
Pesona dan keindahanmu, mampu mengajak
Dan mengundang mereka untuk datang
 
Engkau !!
Ibarat emas yang berlabuh di tengah samudera
Tidak ada yang tidak mengenal dirimu
Tidak ada yang tidak pernah mendengar namamu
Kami bangga mendengar namamu, kami bangga menjadi bagian dari dirimu
 
Namun, dibalik kebanggaan itu tersimpan pilu yang menyakitkan
Karena engkau perlahan membiarkan mereka para lintah darat
Mengikis dan mengeruk keindahanmu
Mereka juga kerap dan selalu menjadikanmu sebagai kota transaksi tunai
 
Sebagai anak negeri
Bertahun tahun dan berpuluh tahun lamanya kami hanya bisa menyaksikan hal itu
Hingga banyak dari kami memilih jalan untuk pergi dan meningalkanmu
Karena kami dianggap tidak bersahabat
Dan tidak dibutuhkan untuk menemani perjalanan hari-harimu
 
Padahal jauh dari yang engkau dan mereka fikirkan
Di luar kami tumbuh dan lebih mekar dari semerbak mawar
Menjadi pencerah bagi orang lain
Menjadi cermin para generasi penerus bangsa
 
Tidakkah engkau melihat, tidakkah engkau mendengar
Ketika  mereka bertanya, ketika mereka menyebutkan nama kami
Dan ketika mereka mengacungkan ibu jari kepada kami
Atas apa yang telah kami persembahkan kepada generasi bangsa
 
Cita-cita yang pernah kami ukirkan dua tahun silam menjadi bukti dan saksi
Bahwa kami mampu menopangkan semangat dan menjadi tuan di tanah indatu
Untuk menjadikan engkau sebagai negeri seribu bangsawan
Dan mengembalikan engkau sebagai negeri para aulia
Yang telah mereka rubah dan mereka rampas dari tangan kita
 
Dibawah kepemimpinan anak negeri ini akan kita buktikan kepada mereka
Bahwa kita tidak butuh belas kasihan mereka
Karena kita mampu melakukan apa yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya
 
Dibawah semangat dan tanggung jawab yang telah kita toreh ini,
Akan kita buktikan sejarah ini kepada mereka
Bahwa negeri kita akan menjadi satu-satunya negeri para pencerah
Dimana tiang – tiang akan berdiri  tegak dan kokoh menyangga langit